Uprock83 ZINE #5


Format: Fanzine  / proprint  / cetak off-set (book-paper / 90 gram
Tema fanzine: hiphop  & rap  
Penerbit: Uprock83 
Edisi: #5  (lima) 
Tahun: November, 2016  
Jumlah halaman: 58 halaman 
Harga: Rp45.000 

Konten: Kendrick Lamar, Rast RFC, Ka, Janette Beckman, artikel mengenai Hip-hop Era Tahun 1991, resensi album-album hip-hop esensial tahun 1991, resensi album-album hip-hop 2016, daftar album-album penting para koresponden/kontributor, ulasan demo-demo hip-hop langka, Kebangkitan Punk-Rock B-Boy & resensi buku-buku hip-hop. 

Uprock83, fanzine hip-hop / rap periodikal tiga bulanan karya Ucok (Homicide  / TriggerMortis  / BarsOfDeath ). Bacaan bagus! Direkomendasikan buat para hip-hop head & penggemar berat musik pada umumnya.
 

Pemesanan: ( via Wasted Rockers ) klik disini

I WISH I AM A CAMERA #4



Bikinannya Ika :)

Ini apa ya namanya? photozine?

Formatnya ngingetin ama salah satu edisi Wastedrockers newsletter dimana 1 lembar kertas ( ukuran berapa ya ini?? 12R? :D ) dilipet sedemikian rupa menjadi 8 lipatan ( halaman ). Hanya saja bedanya, I Wish I Am A Camera menggunakan kertas glossy  ( mirip kertas foto hanya lebih tipis ) dan berisi...uhm, foto2 jepretannya Ika. di cetak full color.

Sepertinya tiap edisi mempunyai tema yang berbeda, dan untuk edisi #4 ini, Ika memilih tema : pasar malem tradisional.


Ada beberapa obyek yang dia ambil, seperti komidi putar kuda-kudaan, rumah hantu dan satu lagi apa itu..tong setan? ( untuk 2 obyek yang terakhir, Ika lebih tertarik untuk meng-capture dekorasi grafis nya yang oldschool itu :D ). Sebenernya sih, menurut gue foto yang diambil biasa-biasa aja, sederhana. Tapi akhirnya jadi menarik karena Ika menambahkan caption ( judul ) untuk setiap foto yang membuat gue berimajinasi, menafsir dan tersenyum. Sangat menarik. Gue pernah baca entah dimana ( kayanya di 9gag :D ) 'dengan judul yang tepat, sebuah foto sederhana dapat berubah menjadi karya yang hebat'. Inget, gimana foto 'overly attached girlfriend' menjadi demikian fenomenal haha.
 

Di bagian belakang gue nemuin foto rumah hantu khas pasar malem tradisional full page, juga dengan caption yang menggelitik.
 

Setelah puas berimajinasi dan asyik menafsirkan ide yang hendak disampaikan,

gue memutuskan untuk menempelkan foto rumah hantu ini di dinding kamer, bersandingan ama poster Sundel Bolong, dan poster Sam Hain bikinannya Zombem. Sip, semakin memantapkan imej gue sebagai penggemar horror klenik Haha.

...........................


Buat ngedapetinnya, Kontak Ika di :


www.ikavantiani.tumblr.com
iniakuika@gmail.com

Halimun #16




Belum pernah baca zine ini sebelumnya, sekalinya dapet langsung ke edisi #16, dan konon merupakan adalah edisi yang terakhir :D

Ini zine yang cukup menarik karena berfokus pada hal yang juga merupakan salah satu kegemaran gue ( selain nonton pilem horor jelek ) yaitu : Jalan-jalan.

Di edisi 'naik gunung' ini ada beberapa kontributor ( termasuk editornya, tentu saja ) yang nyeritain pengalaman mereka mendaki gunung yang oleh editornya disebut sebagai 'gunung yang hanya untuk turis'. Cukup bingung juga gue awalnya dengan istilah 'gunung untuk turis' ini, tapi akhirnya gue tersenyum dan mengerti. Gunung turis itu mungkin kaya dulu temen gue pernah cerita kalo dia juga pernah nyampe puncak gunung. "gunung mana?" tanya temen2 gue yang lain. " Tangkuban Perahu ". Dan dia segera jadi bahan tertawaan. Tentu aja mau naek ke gunung mana saja nggak mengapa buat gue, karena seperti kata salah seorang kontributor disini yang gagal naik gunung Serapi : " tujuan bukanlah tujuan ". Nikmati apa yang ada dalam perjalanan, itu jauh lebih penting.

Di bagian terakhir, ada cerita perjalanan editor jalan-jalan ke gunung Bromo bersama temen-temenya yang salah satu diantaranya ternyata adalah...Milla! Hahaha si Kimil..kemana aje lu..ngilang-ngilang aje? gue membayangkan, kalo seandainya saat itu gue menerima ajakan dia ikut jalan-jalan ke Bromo, kayanya nama gue pun akan ada dalam cerita ini.

Selalu menyenangkan membaca diari perjalanan seperti ini, meski lembar2 halamannya tentu akan lebih mengasyikkan kalo disertai layout, foto atau ilustrasi. Selain itu, ada juga komik tentang 'naik gunung' dengan gambar dan pewarnaan yang sangat bagusss, tapi sayang ide cerita nya udah cukup sering disampaikan.

Bicara tentang jalan-jalan, di Jalur Bebas edisi ke berapa gitu ( gue nggak lagi menyingkat Jalur Bebas menjadi JB semenjak, banyak orang mengira JB zine adalah majalah untuk penggemar Justin Bieber ) gue juga pernah nulis cerita tentang pengalaman gue nyetrit, naik kereta ekonomi, tersesat di goa dan oh iya..di blog ini juga ada cerita gue hampir mati di gunung hehe CEK

Overall, Halimun cukup direkomendasikan buat penggemar jalan-jalan.
layoutnya kurang menarik, tapi mungkin dengan membacanya kamu bisa mendapat rekomendasi spot bagus yang bisa dikunjungi suatu saat dan nggak kalah penting, silahkan berkenalan dengan orang-orang baru yang mempunyai hobi sama : Jalan-jalan.

...............................


Kontak
anithasilvia@gmail.com