Laman

ME & MY MAINSTREAM FRIEND



Siapa yang nggak kenal lagu-lagu ST12 saat2 ini.? band ini lagunya diputer di mana-mana. Memang musik seperti itulah yang ternyata di minati kuping masyarakat Indonesia. Melodius, sederhana, mendayu dipadu lirik yang bercerita seputar cinta dan permasalahannya. Musik yang kata tukang sate langganan gue, enak didenger tanpa perlu mikir. Musik yang masuk telinga tanpa perlu diolah dan keluar begitu saja dr telinga satunya. Musik pelipur hati. Musik buaian telinga

Kepopuleran ST 12 ini membuat ingatan gue terlempar ke beberapa tahun silam ketika gue masih duduk di bangku SMP, tepatnya kelas 3.

Saat itu, hari bebas. Entah sedang ada peringatan apa, yang jelas guru-guru tidak mengajar, dan murid diperbolehkan pulang, jika mau..
Tapi gue memilih untuk bermain gitar dipojokan kelas dan bernyanyi setengah berteriak bersama seorang kawan, Anton. Lagu yang kami nyanyikan dengan semangat saat itu adalah Zombie-nya Cranberries hehehe
Saat itu lah datang anak kecil ini. Siapakah dia??
Walaupun kami satu sekolahan, tp anak dari kelas lain ini sama sekali nggak penting, jadi kami gak kenal. Dan posturnya yang kecil, membuat dia bakal selalu diincar tukang palak sekolahan. Gue cuekin saja anak nggak penting ini dan terus bernyanyi..
.
Entah, apa yang menarik dari nyanyian gue yang semrawut ini, dia terus saja ngeliatin gue nyanyi dan cara gue bermain gitar….

Akhirnya gue risih juga diliatin terus-terusan, lalu dengan sedikit kesal menyerahkan gitar padanya..
“ geh, gentenan sira sing nggitar..” ( nih, gantian kamu yang maen gitar ).

Tetap dengan wajah pendiamnya dia menerima gitar. Memetik-metiknya sebentar. Lalu mulai memutar kenop2 di ujung gitar yang berfungsi untuk menyetel nada. Sialan! Ternyata, dari tadi gitar yang gue maenin fals !!?

Gue mulai tertarik dengan dia dan tidak memandangnya remeh lagi. gue sendiri orang yang terlalu percaya diri kalau gue punya bakat bermain gitar yang hebat, namun semenit yang lalu kebanggaan akan bakat itu hancur berantakan oleh kelakuan anak kecil yang dengan dinign menyetel gitar gue ini.

Gitar sudah fix nadanya. Dan dia mulai menggenjreng gitar. Oalaaah! Dia memainkan intronya Zombie juga! Namun dengan permainan akord yang lebih sempurna. Persis seperti di kaset! Jika, gue memainkan lagu ini dengan akord standar pengamen : Em-C-G-D, dia seperti mau menunjukkan kalo dari G sebenarnya bukan ke D tapi ke F#m itupun dengan ditambah variasi jari kelingking yang membuat formasi akordnya jadi keliatan aneh buat gue..but yeahh! Akord itu perfect! Akord C dan D nya pun bukan akord standar..waah! gue sama Anton melongo saat itu…dia memainkan lagu itu dengan sempurna lengkap dengan melodi dan bassnya komplit!

Sesaat kemudian, gue kenal nama anak itu Carli. Dia harusnya kakak kelas gue, namun jadi satu angkatan karena setahun ga naik kelas., gara2 sering bolos dan waktunya abis buat belajar maen gitar.

Berangkat SMA, dia semakin menggila dengan musik dan membentuk sebuah band beraliran rock ‘Cabe Ijo’ yang cukup di segani di kawasan Cirebon Timur. Sementara gue terjerembab di musik2 berskill rendah dengan membentuk ben beraliran Grunge dan selalu memainkan lagu2 Nirvana ( sesekali Green Day, Foo Fighters ), Carli semakin matang musikalitasnya..musik2 cadas berskill tinggi kaya Metallica, Ygnwie Mamlsteen, Deep purple, Led Zeppelin, Power Metal dia embat dengan sempurna setiap kali gue ngeliat dia latihan. Musiknya juga berprogress..gigs terakhir yang gue liat dimana ‘Cabe Ijo’ maen adalah ketika dia membawakan lagunya Koil, saat itu lagu2 Cabe Ijo sudah bermetamorfosis menjadi sepert Koil.

Setelah itu, tak terdengar lagi kabar anak kecil berbakat ini. Denger-denger dia hijrah ke Bandung. Disanapun urusannya pasti nggak jauh-jauh berkecimpung di dunia musik.

Sampai akhirnya hari itu. Dia ujug-ujug datang ke studio tempat gue bekerja. Tentu saja dia sudah tidak terlihat kecil lagi dan penampilannya mulai aneh dengan rambut berwarna dan anting di sebelah telinga yang sebenarnya nggak keren tapi malah lucu hehee
Maksud kedatangannya adalah pengen bertemu paman gue ( yang juga adalah guru kesenian di SMP nya dulu ) dan ingin mengabarkan kabar bahagia bahwa bandnya, ST12 baru saja menembus label besar, sudah mengeluarkan 1 album, dan penjualannya ( saat itu ) sudah mencapai 25.000 keping.

Rupanya dia ingin berterima kasih pada paman gue, mungkin dia dulu sering mendapat support dan bimbingan dari paman gue ini.

Dan begitulah, nggak disangka anak kecil nggak penting itu sekarang sudah menjadi vokalis band ST 12 yang musik2nya berkumandang di seluruh seantero negeri. Aneh juga mendengar musiknya sekarang berubah jadi pop-melayu gitu, padahal dulu dia nge-rock abis..apa ini yang namanya kompromis? Hanya Carli yang tahu. Dan nggak nyangka juga, anak yang nyanyi Zombie ngaco itu, sekarang sudah menjadi bos majalah keren Jalur Bebas yang kerjaannya ngelecehin musik2 mainstream yang diciptain carli hhhahahaahah…

Setelah acara basa-basi membosankan mengucapkan selamat atas keberhasilan album pertamanya, paman gue tiba2 mempunyai ide norak untuk membuat sebuah dokumentasi pribadi ben ini dengan membuatkan video klip khusus. Dan lokasi yang dipilih paman gue adalah Kuburan!!! Buat kalian ketahui semua, kuburan di kampung gue tuh ga ada eksotis2nya sama sekali, hanya berisi pohon2 tua yang menyeramkan dan jalan menuju kesana yang berlumpur.

Entah kenapa, Carli dan seorang gitarisnya mau aja disuruh membuat klip amatiran disana. Bayangin ajah, carli dengan kostum dan sepatu artisnya harus belepotan ngelewatin pematang sawah dan jalan berlumpur untuk menuju lokasi syuting yang dahsyat….kuburan!! dan entah apa juga korelasi antara lagu ST12 yang berjudul ‘aku masih sayang’ dengan lokasi kuburan ini??
Hanya paman gue yang tahu.

Ketika Carli pulang, paman gue hanya cekikian saja dan berbisik ke gue..,
” sekali- kali ngerjain artis..”

Beuuhhh.paman gue sama stressnya kaya gue. Hahahahaha

Sayang video amatiran itu ada di Cirebon, coba kalo ada disini gue upload juga diblog ini supaya kalian bisa tahu klip aneh dr ben yang gue nggak nyangka bakal se-laris ini..hahahahaha

Tp masih ada foto kenangan.ini
Foto dari dua anak manusia yang jalan hidupnya kontradiktif sekali. Ssatunya pemuda yang merasa sok idealis, sok revolusioner, membenci musik2 mainstream namun tetap miskin. Satunya lagi justru ikon mainstram yang kompromis, namun sekarang kayaknya kaya-raya. Hell yeahhh…hahaha yah, life is a comedy.


ME & MY MAINSTREAM FRIEND HEHE




Photobucket




8 komentar:

  1. wah yang bener lu temennya carli bro????

    hahahahahahahaha.....hidup memang sebuah pilihan bro.......tinggal gimana kita menikmatinnya ajah........

    BalasHapus
  2. hehehe..bener tuh bos,

    dulu gue punya fotonya carli waktu masih culun ( sekarang juga tetep culun sih hihi ) , pas manggung di perpisahan..sayang gue cari2 ga ada tuh foto haahhahaha

    BalasHapus
  3. hahahahahahaha................gila, calon tenar dong lo ........... kalo carli manggung suruh dia sebarin zine lo aja sekalian......hehehehehehehe...........wah, gak nyangka.....carli bermula dari anak kecil yang culun gitu yah........hidup emang teka teki.........

    BalasHapus
  4. hahahaha..nggak mungkin lah bos, isi zine gue kan ngritikin musik2 kaya ST 12 hihihihi..untung dia nggak tau

    BalasHapus
  5. Wah temennya carli ternyata, nitip salam dong hihihihi
    btw cerita yang mengharukan :')

    BalasHapus
  6. hshshshshshhashahahahahahahahaanjingggggg :D

    gak nyangka temen artis lu :D
    sumpe gw ngebayangin banget cerita lu , bangke sadis ya ceritanya :D

    kiri jalur bebas, kanan es teh gelas :D

    hidup emang gak bisa ditebak,

    BalasHapus
  7. video klip yg skarang tu yg dmaksud?????

    BalasHapus
  8. wkwkwkwkwk.

    BalasHapus